amalan surga yang sering dilupakan
أَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ قَسَّمَ
فَضْلَهُ بَيْنَ عِبَادِهِ وَضَمَنَ الْأَرْزَاقَ وَقَسَّمَ الزِّيَادَةَ وَرَبَّى
الزَّرْعَى تَرْبِيَةَ الطِّفْلِ فِيْ مِهَادِهِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى يَحْسُرُ اللِّسَانُ عَنْ تَعْدَادِهِ وَأَشْكُرُهُ شُكْرَ مَنْ أَفْرَدَهُ
بِتَوَكُّلِهِ وَاعْتِمَادِهِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ
لَاشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَنْصَارِ الدِّيِنِ وَأَمْدَادِهِ أَلَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِي
اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Hadirin Jamaah Jumat
yang Berbahagia
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Taala
dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini selalu
diingatkan khatib dengan harapan setiap pekan kita terus dalam takwallah
tersebut.
Hadirin yang Berbahagia
Pada kesempatan yang baik ini, khatib mengingatkan bahwa ada dua amalan surga
yang banyak ditinggalkan. Hal tersebut sengaja disampaikan sebagai sarana untuk
mengingatkan kita agar tidak melupakannya.
Di sebuah kesempatan,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
وَرَوَيْنَا فِيْ سُنَنِ أَبِيْ دَاوُدَ
وَالتَّرْمِذِيْ وَالنَّسَائِيْ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ خَصْلَتَانِ أَوْخَلَّتَانِ لَايُحَافِظُ
عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُمَا يَسِيْرٌ وَمَنْ
يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيْلٌ يُسَبِّحُ اللهَ تَعَالَى دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا
وَيَحْمَدُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُ عَشْرًا فَذَالِكَ خَمْسُوْنَ وَمِائَةٌ
بِاللِّسَانِ وَأَلْفٌ وَخَمْسُمِائَةٍ فِي الْمِيْزَانِ وَيُكَبِّرُ
أَرْبَعًا وَثَلَاثِيْنَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا
وَثَلَاثِيْنَ وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ فَذَالِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ
وَأَلْفٌ بِالْمِيْزَانِ
Artinya: Disebutkan dalam kitab sunan Abi
Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dari ‘Abdillah bin ‘Umar radliyallahu ‘anhuma,
dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bersabda: Terdapat dua perkara jika
seorang muslim menjaganya maka akan masuk surga. Dua perkara itu mudah tapi
sedikit orang yang menjalankan. Yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir,
masing-masing 10 kali setiap selesai shalat fardhu. Jika ditotal jumlah
bacaannya adalah 150 kali dalam ucapan dan 1.500 kebaikan dalam timbangan amal.
Membaca takbir 34 kali, tahmid dan tasbih masing-masing 33 kali menjelang
tidur. Jika ditotal menjadi 100 kali dalam ucapan dan 1.000 kebaikan dalam
timbangan.
Mendengar
hadits Rasulullah serentak para sahabat bertanya: Mengapa dua hal yang mudah,
namun sedikit yang menjalankan? Rasulullah menjelaskan dalam lanjutan
haditsnya:
يَأْتِيْ أَحَدَكُمْ فِيْ
مَنَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُوْلَهُ وَيَأْتِيْهِ فِيْ صَلَاتِهِ
فَيُذَكِّرُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُوْلَهَا إسناده صحي
Artinya: Setan datang kepada salah satu dari
kalian ketika tidur. Setan menidurkannya sebelum ia membaca dzikir tersebut
(tasbih, tahmid, dan takbir). Dan ia (setan) datang dalam shalatnya kemudian
mengingatkan hajat-hajatnya sebelum ia membaca dzikir tersebut. Sanad
hadits adalah shahih. (Syekh Nawawi, Al-Adzkar, Semarang:
Pustaka ‘Alawiyah, hal. 68-69).
Dua perkara
dalam hadits tersebut adalah membaca dzikir setelah selesai shalat fardhu dan
menjelang tidur. Rasulullah menganggap bahwa amaliah ini adalah sangat mudah
dan ringan. Namun hanya sedikit saja yang secara konsisten menjalankannya.
Hadirin Rahimakumullah
Surga dan neraka keduanya adalah makhluk Allah yang diciptakan sebagai tempat
hunian terakhir bagi umat manusia. Tinggal siapa yang akan menjadi penghuni
surga, dan siapa yang akan menghuni neraka, adalah hak prerogatif Allah
merahmati hamba-hamba-Nya.
Namun
demikian manusia diberikan ruang seluas-luasnya untuk berikhtiar,
berlomba-lomba meraih surga. Salah satu bentuknya sebagaimana tertulis dalam
hadits adalah membaca tasbih (subhânallâh), tahmid (alhamdulillâh), dan takbir
(allâhu akbar) masing-masing 10 kali setiap selesai shalat fardhu.
Membaca
takbir 34 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali ketika hendak tidur. Dengan
membaca dzikir tersebut sebanyak 250 kali, setidaknya telah menabung 2.500
kebaikan dalam sehari semalam.
Kelipatan
ini sebagaimana Allah kabarkan dalam Al-Qur’an:
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
(١٦٠)
Artinya: Barang siapa berbuat satu kebaikan
maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya. (QS
Al-An’am[6]: 160).
Jamaah yang Berbahagia
Kehidupan ini ibarat menabung untuk kehidupan di masa mendatang (akhirat).
Setiap embusan napas, gerakan anggota badan, semuanya dinilai oleh malaikat
pencatat amal. Nilai baik akan memberatkan timbangan baik dan nilai jelek akan
memberatkan timbangan jelek pula.
Manusia
hanya pasrah dengan hasil yang diperolehnya kelak.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨)
Artinya: Barang siapa yang mengerjakan
kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. dan
Barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun.
Apakah akan
menerima buku catatan terbaik, yang artinya akan menjadi penghuni surga? Atau
justru sebaliknya, jelek buku catatan amalnya dan menerima balasan neraka,
na’udzu billah min dzalik.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي
اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ
وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ
العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِ
Comments
Post a Comment