KHUTBAH IDUL FITRI 2021
KHUTBAH IDUL FITRI 2021
اَللهُ أَكْبَرْ (٩×) لَا اِلَهَ اِلَّا
اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ، اَلله ُأكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ
اَللهُ أَكْبَرُ
مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا اصْطَلَحَ
التَّائِهُوْنَ مَعَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَصَفَحَ عَنْهُ وَتَابَ وَغَفَرَ.
اَللهُ أَكْبَرْ ، اَللهُ أَكْبَرْ ، اَللهُ أَكْبَرْ. سُبْحَانَ رَبِّيْ مِلْءَ
الْمِيْزَانِ، سُبْحَانَ الْمُسَبَّحِ فِىْ كُلِّ مَكَانٍ، سُبْحَانَ مَنْ
اَدْخَلَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اِلَى الْجِنَانِ، سُبْحَانَ اللهِ
وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا اِلَهَ الَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اَلْحَمْدُ
للهِ حَمْدًا يُكَافِيْ نِعَمَهُ، وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ
الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ
سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ كَمَا
أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اَشْهَدُ اَنْ لا اله الا الله وحده لا شريك له، واشهد
ان محمدا عبدُه ورسولُه وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خيرُ نَبِيٍّ اَرْسَلَهُ اللهُ
لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرَا. الله صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى
آل سيدنا محمد، صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم الدين. اما بعد فيا
عباد الله. أُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ
المُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ عَزَّ مَنْ قَائِلٌ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ
وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Hadirin, sidang
jamaah shalat idul fitri hafidhakumullah, Kita
baru saja berpisah dengan bulan Ramadhan. Ramadhan telah pergi, dan kita tak
pernah tahu, apakah akan berjumpa lagi dengannya di tahun berikutnya atau
tidak. Dalam menjalani Ramadhan, setidaknya ada dua kelompok jenis manusia yang
perlu kami sampaikan.
Yang pertama adalah orang yang mengerti dan
memenuhi hak-hak Ramadhan sebagaimana mestinya. Mereka puasa di siang harinya,
beribadah di malam harinya, dan makan dari harta yang halal, menjauhi
kemaksiatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka
bersungguh-sungguh beribadah dengan tujuan meraih ridla Allah subhanahu wa
ta’ala. Kelompok orang dari jenis yang pertama ini adalah ahlullah. Mereka akan
menjadi orang spesial di hadapan Allah pada waktu bumi ini sudah diganti bukan
berbentuk bumi, langit sudah berganti tidak sebagaimana langit yang kita
saksikan, dunia ini sudah rusak luluh lantak, di mana para manusia telah
memasuki era baru akhirat. Hasil tanaman amal-amal hamba mulai ditampakkan,
peluh keringat ibadah mereka selama di dunia akan dibayar gajinya dengan
ganjaran yang berlipat ganda.
Orang-orang yang beriman, menjalani puasa dengan
baik, kelak akan tampak riang gembira, bersuka cita, menikmati anugerah yang
begitu agung yaitu bisa memandang Allah subhanahu wa ta’ala:
وُجُوهٌ
يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ
“Wajah-wajah pada hari itu (hari kiamat) ada
yang berseri-seri.”
إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
“Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (QS
Al-Qiyamah 22-23)
Pada hari itu pula para malaikat gembira melihat
orang-orang mu’min, mereka masuk ke surga dari semua pintu-pintu yang
disediakan atas buah kesabaran mereka menahan hawa nafsu makan, minum, dan
maksiat lain di bulan Ramadhan serta mereka juga sabar menjalankan ibadah malam
dan ibadah lain, sehingga atas kesabaran mereka, dikatakan:
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ
عُقْبَى الدَّارِ
Artinya: “Malaikat-malaikat itu mengucapkan
(Kesejahteraan buat kalian) yakni pahala ini (berkat kesabaran kalian) sewaktu
kalian di dunia (maka alangkah baiknya tempat kesudahan ini) akibat dari
perbuatan kalian itu.” (QS Ar-Ra’d: 24)
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar,
walillâhil hamdu
Dalam sebuah hadits, Rasulullah menyatakan, di
dalam bulan Ramadhan ada lima hal yang tidak pernah diberikan kepada satu umat
pun sebelum Nabi Muhammad ﷺ yaitu
pada malam pertama Ramadhan, Allah memandang kepada semua umat Muhammad.
Barangsiapa pernah dipandang oleh Allah, tidak pernah disiksa selamanya. Kedua,
mulut orang yang berpuasa ketika memasuki sore hari, baunya secara hakikat,
menjadi lebih harum daripada minyak kasturi. Ketiga, setiap sehari semalam,
selama Ramadhan, para malaikat memintakan ampunan kepada Allah subhanahu wa
ta’ala. Keempat, Allah bersabda kepada surga, “Persiapkan tempatmu, hiasilah
dirimu dengan perhiasan yang indah untuk hamba-Ku yang meluangkan diri
meninggalkan kerepotan atau hiruk pikuk duniawi, kemudia sibuk menuju kepada
kemurahan-Ku.” Dan ini yang paling penting, Hadirin. Yang kelima, pada malam
terakhir bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa mereka semua. Mendengar
Rasulullah ﷺ
menyatakan tentang pengampunan dosa ini, salah satu sahabat lalu bertanya
kepada Baginda Nabi ﷺ:
يَا رَسُوْلَ اللهِ أَهِيَ
لَيْلَةُ الْقَدَرِ؟
“Apakah
karena mereka memperoleh malam lailatul qadar, Ya Rasul?”
قَالَ : لَا أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ،
فَإِذَا فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ
Rasul menjawab: “Bukan, apakah kamu tidak
melihat para karyawan yang sedang bekerja? Ketika mereka telah menyelesaikan
tugas mereka, tentu mereka akan mendapatkan gajian. (Syu’abul Iman: 3331) Pada
intinya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ
قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: “Tak seorang pun mengetahui berbagai
nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa
yang mereka kerjakan.” (QS As-Sajdah: 17)
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar,
walillâhil hamdu
Kelompok atau jenis manusia yang kedua adalah
orang-orang yang tidak menghormati Ramadhan dengan baik. Kelompok ini dibagi
menjadi dua bagian. Yang pertama adalah orang-orang yang tidak mengindahkan
perintah Allah atas dasar sombong. Mereka tidak mau puasa dan lain sebagainya
karena tidak percaya kepada perintah Al-Qur’an dengan faktor keangkuhan di hati
mereka. Orang-orang yang seperti ini, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam
Al-Qur’an:
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا
وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا
يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ
نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak
akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk
surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan
kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS Al-A’raf: 40)
إِنَّ
الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS Al-Mu’min:60)
Satu kelompok lagi adalah orang-orang yang tidak
berpuasa, tidak memenuhi hak-hak Ramadhan dengan baik namun tidak didasari
dengan kesombongan. Mereka orang-orang yang sembrono dalam menjalani hidup
namun dalam hati mereka tertancap keyakinan bahwa yang mereka lakukan adalah
kesalahan, maksiyat kepada Allah, akan tetapi mereka merasa kalah dengan
serangan nafsu amarah mereka, mereka adalah termasuk orang yang lemah.
وَخُلِقَ
الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
Artinya: “Manusia diciptakan dalam keadaan
lemah.” (QS An-Nisa’: 28) Pada kelompok ini, ketika mereka
meninggalkan kewajiban puasa, misalnya, mereka sembari bermunajat kepada Allah,
“Ya Allah, saya sedang sembrono, tidak mengindahkan perintah-Mu, kami kalah
dengan godaan hawa nafsu, godaan saya teramat berat, semoga Engkau mengampuni
kami, terimalah tobat kami.” Maka, tidak diragukan lagi, Allah pasti akan
mengampuni mereka sebab Allah maha pengampun, meskipun kewajiban seperti qadla
puasa dan lain sebagainya tetap harus dijalankan.
Dosa yang sangat besar adalah apabila ada orang
bermaksiat kepada Allah namun motifnya ia sombong kepada Allah, tidak mau
merunduk dan mengakui kesalahannya kepada Allah, padahal nyata-nyata yang ia
kerjakan adalah kesalahan, dosa yang seperti ini sangat berbahaya. Berbeda
apabila dalam hati kecil selalu merasa bersalah, namun terkadang tergelincir
secara berulang-ulang dan meminta ampun, gelisah, menyesal dan bertobat terus,
walaupun berulang, akan diampuni Allah, karena memang manusia tempatnya
kelemahan.
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar,
walillâhil hamdu
Pada pagi yang sangat indah ini, kami mengajak
kepada saudara-saudara sekalian. Marilah kita mensyukuri nikmat-nikmat yang
Allah berikan berupa kita bisa menjalankan puasa sebulan penuh beserta ibadah
malam-malamnya. Kita patut bergembira atas anugerah dan rahmat Allah tersebut.
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ
فَلْيَفْرَحُوا
Artinya: “Katakanlah Wahai Muhammad ‘Dengan
kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira” (QS Yunus:
85) Apabila di antara kita ada yang tidak memenuhi Ramadhan dengan
sebaik-baiknya, marilah kita bermunajat kepada Allah, memohon ampun kepada
Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Sebagai konskwensinya, secara
syariat, apabila ada yang meinggalkan puasa, seharusnya puasa yang ditinggalkan
untuk diqadla atau diganti puasa pada hari yang lain. Mari kita
berdoa, semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, taufiq, hidayah serta
inayah-Nya supaya kita dan keluarga kita selalu menjadi orang yang taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, pada puncaknya, kelak saat kita akan menghadap Allah sang
Pencipta, kita akan meninggalkan dunia ini dengan husnul khatimah, amin.
جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين
والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوْا
إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وارْحَمء وَأَنْتَ خَيْرُ
الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah II
الله أكبر(٥×) لا اله الا الله والله أكبر، الله
أكبر ولله الحمد الحمد لله الذى وحده صدق وعده واعز جنده وهزم الاحزاب وعده
ولا حول ولا قوة الا بالله. اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد صاحب كنز الرحمة وعلى
آله وصحبه ومن والاه، اما بعده، فيا ايها الحاضرون اتقوا الله، اتقوا الله حق
تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعالى فى كتابه الكريم والعصر ان
الانسان لفى خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات، اللهم
اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والظالمين. اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا
يخافك ولا يرحمنا. اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدة طيبة تجرى فيها احكامك
ورسولك، برحمتك يا ارحم الراحمين. فيا عباد الله ان الله يأمر بالعدل
والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر
Comments
Post a Comment