KHUTBAH JUM'AT TENTANG KEMATIAN
لْحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَوةَ
لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنَ النِّيْرَانِ,
وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ اجمعين. أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا
أَيُّهَا الحاضرون، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ و لا تموتن الا و انتم
مسلمون،
اعوذ
بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم : قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي
تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ
ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Ma’syirol hadirin RHK
Monggo kita sami ningkataken taqwa kita
dumateng Allah SWT kanti ngelampahi sedoyo perintahipun lan nebihi awisanipun.
M’asyirol hadirin RHK
Akhir-akhir ini hamper tiap hari kita sering
mendengar kabar meningglnya atau wafatnya saudara kita, teman kita tetangga
kita. Kematian semata mata adalah ujian dari Allah SWT , dengan kematian apakah
manusia bisa mengambil pelajaran dan hikmah.
Manusia pada umumnya tidak suka, bahkan sangat
takut pada kematian. Bagi sebagian orang, kematian sangat menakutkan. Mereka
membayangkan kematian sebagai peristiwa yang amat tragis dan mengerikan.
Mizan Al 'Amal,
Imam Ghazali menjelaskan beberapa alasan mengapa manusia takut terhadap
kematian. Pertama, karena ia ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini
lebih lama lagi. Kedua, ia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang
dicintai, termasuk harta dan kekayaannya yang selama ini dikumpulkannya dengan
susah payah. Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan mati nanti
seperti apa. Keempat, karena ia takut pada dosa-dosa yang selama ini ia
lakukan.
Alhasil, manusia takut karena ia tidak pernah
ingat kematian dan tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut
kehadirannya. Manusia, kata Ghazali, biasanya ingat kematian hanya kalau
tiba-tiba ada jenazah lewat di depannya. Seketika itu, ia membaca istirja':
''Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.''
Namun, istirja' yang dibaca itu hanyalah
di mulut saja, karena ia tidak secara benar-benar ingin kembali kepada Allah
dengan ibadah dan amal saleh.
Siapapun akan mengalami
mati, kematian adalah keniscayaan yang dialami oleh setiap manusia walaupun
sebabnya berbeda-beda. Allah berfirman di dalam QS Al-Jumu’ah ayat 8:
قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي تَفِرُّونَ مِنۡهُ
فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ
وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
8. Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang
kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu,
kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan
yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
Marilah kita muhasabah
diri
Jika mendengar kabar duka,terbersit di pikiran .Kita
sejatinya menunggu *antrian* untuk dipanggilNYA. jika saat itu datang Apakah
yang bisa kita banggakan....Tubuh kekar yang di punyai...Nasab mulia yang
disandang..
Deretan gelar akademik yang melekat..Tahta serta
jabatan yang bertengger..
Serta harta yang bergelimang..Semua itu tidaklah dibawa
.
Lalu saat hidup,,kenapa itu semua yang *dibangga*
(Muhasabah diri)
Semoga nantinya kita
keluar dari dunia ini dalam keadaan sedang beribadah kepada Allah SWT dan
membawa iman, amin amin Ya Robbal Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَجَعَلَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاِت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ
البَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. ـ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ
وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرّاحِمِيْنَ
Comments
Post a Comment