KEADAAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT

  KHUTBAH JUMAT

KEADAAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT

اَلْحَمْدُ ِللهِ شَرَّفَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِتَشْرِيْفِ نُوْرِ اْلاِيْمَانِ. وَوَعَدَهُمْ بِدُخُوْلِ الْجَنَّةِ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَالْحُوْرِ وَالْوِلْدَانِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً اَفُوْزُ بِهَا فِى دَارِ اْلاَمَانِ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْوَسِيْلَةُ الْعُظْمٰى فِى نَيْلِ الْغُفْرَانِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ السَّابِقِيْنَ بِاْلاِيْمَانِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. 

اَمَّا بَعْدُ: اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ اَقْبِلُوْا دِيْنَ اْلاِسْلاَمِ فَاِنَّهُ حَقٌّ وَغَيْرَهُ ضَلاَلٌ وَكُفْرَانٌ. وَاجْتَهِدُوْا فِى كَمَالِهِ بِفِعْلِ اْلاَوَامِرِ وَاجْتِنَابِ الْمَنْهِيَّاتِ وَالطُّغْيَانِ 

Sidang Jum’at rahimakumullah 

Setiap waktu seruan takwa selalu dianjurkan di mana-mana, takwa dengan pengertian yang sebenarnya, yaitu menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta dilakukan dengan seikhlash-ikhlashnya tanpa ada pamrih duniawi. 

Sebab dengan takwa ulama akan mengamalkan ilmunya, penguasa atau pemimpin akan berlaku adil, orang-orang kaya akan menyedekahkan sebagian dari kekayaannya, dan dengan takwa pulalah orang miskin rela memberikan restu. Keempat unsur inilah yang dikatakan Nabi sebagai tiang penyangga bagi tegak kokohnya kehidupan dunia. 

Untuk itu mari hendaknya kita sampaikan takwa ini ke seluruh umat Islam di manapun berada, kita siarkan takwa ini kepada para kiai dan santri-santrinya di pesantren, kepada para buruh dan majikan di pabrik-pabrik, para petani di desa-desa, kepada para pedagang di pasar, kepada para pegawai di kantor, dan kepada setiap insan yang cinta pada tanah air agar semangat pengabdian dan pengorbanannya bertambah subur tanpa memperhitungkan untung dan rugi dalam derma bakti mereka kepada manusia dan negaranya. 

Keadaan manusia di hari kiamat diibaratkan seperti kapas yang beterbangan. Kemudian ketika di padang mahsyar semua manusia dikumpulkan dengan matahari berjarak satu jengkal di atas kepala.  

Dalam kondisi tersebut tidak ada yang memayungi kecuali amal kebaikan di dunia. Oleh karenanya, pada teks khutbah jumat terbaru 27 Mei 2022 ini mengangkat judul tentang keadaan saat Yaumul Hisab 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …  

Hari kiamat itu merupakan suatu hal yang pasti. Setiap kita akan bertanggungjawab pada Allah. Setiap kita punya catatan amal dan akan menerima catatan amal tersebut. Ada yang menerima dengan tangan kanannya, ada yang menerima dengan tangan kirinya, bahkan ada yang menerima dari  belakang punggungnya. Allah Ta’ala berfirman,  

فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقْرَءُوا۟ كِتَٰبِيَهْ 

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini).”  (QS. Al-Haqqah: 19) 

وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ كِتَٰبِيَهْ 

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS. Al-Haqqah: 25) 

Karena sibuk memikirkan catatan amal kita, kita tak bisa lagi memikirkan bagaimana keadaan orang-orang terdekat kita.  

Dari ‘Aisyah radhiyallahuanha, ketika itu beliau mengingat neraka, lantas ia menangis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” ‘Aisyah menjawab, “Aku mengingat neraka lantas aku menangis. Apakah kalian akan mengingat keluarga kalian pada hari kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,  

“Ada tiga keadaan seseorang tidak akan mengingat siapa pun (pada hari kiamat):  

  1. ketika di sisi mizan (timbangan), sampai seseorang mengetahui timbangannya ringan ataukah berat; 

  1. ketika berada pada sisi kitab (catatan amal) ketika dikatakanAmbillah, bacalah kitabku (ini)’ sampai ia mengetahui apakah catatannya diambil dari sisi kanan, ataukah sisi kiri, atau dari belakang punggungnya; 

  1. ketika berada di shirath (jembatan) yang dibentangkan di atas Jahannam.” (HR. Abu Daud, no. 4755; Tirmidzi, no. 2235. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani). 

Semua amal manusia telah dicatat, tidak ada yang samar sedikit pun, manusia sendiri yang melupakan catatannya. Dalam ayat disebutkan,  

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ 

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al-Mujadilah: 6) 

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.(QS. Qaaf: 18)  

Kalau seperti itu catatan amal kita, marilah kita mengoreksi diri agar amal kita menjadi  bagus. Marilah kita melakukan muhasabah terlebih dahulu.  

Pertama: Masihkah kita berbuat syirik kepada Allah, sedangkan syirik adalah dosa besar yang amat  besar dan tidak Allah maafkan jika dibawa mati. Misalnya mempercayai benda-benda tertentu yang dapat membawa keberuntungan.  

Kedua: Marilah kita koreksi amalan yang diwajibkan pada kita, apa kita sudah perhatikan ataukah malah sering meninggalkan, seperti mengerjakan shalat lima waktu, merutinkan shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki, menutup aurat bagi wanita muslimah (termasuk istri dan putri-putri kita).  

Ketiga: Hal haram masih dilakukan ataukah tidak, seperti wanita (istri) buka-bukaan aurat, melakukan dosa besar (seperti mabuk, berjudi, berzina), hingga durhaka pada orang tua.  

Keempat: Mengoreksi diri apakah masih suka menggunjing orang lain. Apakah masih mengumbar aib orang lain. Apakah di dalam hati kita masih ada rasa kebencian kepada orang lain. Apabila masih ada, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa dendam yang akan membuat hidup kita tidak tenang bahkan dapat mempersulit kita kelak di hari kiamat.  

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …  

Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah SWT memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua sehingga di akhirat nanti kita dapat menerima buku amal dengan tangan kanan. Amin ya Robbal ‘Alamin.. 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَلِي وَلَكُمْ وَلِسَا ئِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا  

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ  

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَ 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

KENAPA ALLAH TIDAK TERLIHAT? INI ALASANNYA ...!!!

amalan surga yang sering dilupakan

KEUTAMAAN ILMU ( KHUTBAH SANGAT SINGKAT)