KHUTBAH BULAN ROBIUL AWAL TENTANG APA YANG DITELADANI DARI NABI MUHAMMAD SAW

 

KHUTBAH 1

APA YANG  DITELADANI DARI NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI TELADAN

Jum'at 7 Oktober 2022

Oleh : H. Fatchurohman, S.Hi, S.Gr,L.c







الحمد لله الذى غمر العباد بالطا ئف والأنعام وعمّر القلوب بالتعلق لحضرة صا حب المقام . وغذّالأرواح بذكره المنيف فى طول الدوام حتى ا نسجمت الأرواح خير الا نسجام , وأضاءلها النو رالتام . وأفضل الصلاة وأز كى السلام .

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنَ النِّيْرَانِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدِنَا , مُحَمَّدًا  عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِه

لقد كان لكم فى رسو ل الله أسوة حسنة لمن كان ير جوا الله واليوم الأخر وذكر الله كثيرا (الأحزاب 21

Dihari yang penuh berkah ini dan dibulan kelahiran baginda nabi agung Muhammad saw ini, marilah kita senantiasa tingkatkan keimanan kita , senantiasa bersyukur kepada Allah swt atas nikmat yang diberikan dan kita  tingkatkan taqwa kita kepada Allah swt dengan semakin gigih menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Ma’asyirol Hadirin sidang Jum’ah  Rohimakumullah

Nabi Muhammad SAW adalah Uswah ( teladan) dalam sifatnya yang luhur. Adalah Al-Qur’an sendiri yang menegaskan “

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا 

“ Sesungguhnya telah ada pada Rosulullah teladan yang baik bagi siapa yang mengharap ( anugerah) Allah dan (ganjaran di) hari kemudian , serta banyak menyebut nama Allah ( QS Al _Ahzab ayat 21)

          Bagaimanakah peneladanan itu harus dilakukan ?, apa saja yang harus kita teladani? mengapa dan sampai dimana batas-batasnya?, kesemuanya merupakan bahan perbincangan para pakar dan’ulama.

          Ada yang memulai uraiannya dari masa kelahiran pribadi agung tersebut 15 abad yang lalu. Ada yang melihat jauh sebelum itu, bahkan sebelum penciptaan manusia pertama, Adam, atau bahkan dikaitkan denga tujuan penciptaan alam raya ini.

          Allah swt mempunyai tujuan –tujuan tetentu pada penciptaan alam raya ini. Allah swt , berfirman ,

وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا لَٰعِبِينَ ١٦

16. Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main ( al anbiya ayat 16)

Banyak hal dilakukan Allah berkaitan dengan tujuan penciptaan tersebut, salah satu diantaranya adalah mengutus para nabi dan rosul untuk memberi petunjuk dan contoh pelaksanaan bagi masyarakat tertentu, atau umatr manusia secara keseluruhan.

          Dalam konteks uraian tentang  tujuan penciptaan, ada beberapa hadits nabi saw yang nilai kesahihannya menjadi bahan pembicaraan.

Al-Imam Al- Subhi, dalam bukunya, Ta’zhim al Minnah , mengutip hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan yang dinilainya sahih bahwa nabi Muhammad SAW pernah bersabda , “ Kuntu Nabiyyan wa Adam Baina Ar-Ruh wa Al Jasad “ ( aku telah menjadi nabi saat Adam masih dalam proses antara ruh dan jasad)”.

Al-Subhi sendiri mengakui bahwa sulit memahami makna hadits ini. Sebab, ia menyangkut satu persoalan metafisika yang tidak mungkin dapat dijangkau oleh nalar. Akan tetapi, yang jelas, bahwa rencana Tuhan menyangkut pribadi agung itu sdh ada sejak semula. Salah satu rencana tersebut adalah menjadikan beliau sebagai uswah hasanah ( teladan yang baik) sementara pakar melihat sekian banyak bukti tentang rencana Allah itu dalam perjalanan hidup nabi sejak lahirnya.

Sejumlah ahli pendidikan, misalnya, berpendapt bahwa pada umumnya kepribadian seseorang dibentuk oleh ibu, bapak, sekolah dan lingkungannya. Rupanya Allah swt mempersiapkan manusia agung ini untuk dididik sendiri sehingga beliau terbebaskan dari seluruh faktor itu. Beliau terhindar dari acuan ayah yang wafat sebelum beliau lahir. Dari acuan ibupun demikian. Bukankah beliau dibesarkan di pedesaan jauh dari sang ibu?. Benar, bahwa beliau kembali kepada ibunya ketika berusia sekitar 5 tahun, tetapi itu hanya untuk beberapa bulan saja. Sebab, beberapa saat kemudian ibunya wafat, setelah sempat membawa putra satu satunya ini menziarahi makam ayahandanya. Bukankah ini merupakan rencana Tuhan untuk menjaukan sang anak dari acuan pendidikan bapak dan ibu, yang merupakan dua faktor utama dalam pembentukan pribadi seseorang?

Disisi lain, beliau tidak mengenal baca-tulis, dan tidak pula pernah duduk di bangku sekolah. Yang inipun bertujuan agar sekolah dan bacaan apapun tidak menyentuh dan mempengaruhinya. Terakhir, beliau bermukim dan diutus dari satu tempat yang relative jauh dari peradaban , agar beliau terhindar dari segala macam polusi yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya.

          Demikian , terbukti keterbebasan Muhammad saw . dari segala macam acuan yang dapat membentuk kepribadiannya. Itu semua dimaksudnkan agar pribadi ini mendapat didikan langsung dari Allah swt. Sesuai dengan sabdanya , “

“ addabani robbi, fa ahsana ta’dibi “( Tuhanku mendidikku maka sungguh baik hasil pendidikanku).

Abbas Mahmud al ‘aqqad , dalam bukunya, ‘’ Abqariyah Muhammad , menjelaskan ,” ada empat tipe manusia : pemikir, pekerja, seniman dan orang yang jiwanya larut didalam ibadah. “ jarang ditemukan satu pribadi yang berkumpul dalam dirinya, dalam tingkat yang tinggi, dua dari keempat  kecenderungan atau tipe tersebut. Juga mustahil keempatnya berkumpul pada diri seseorang. Akan tetapi orang yang mempelajari pribadi nabi Muhammad saw. Pasti akan menemukan bahwa keempatnya bergabung dalam peringkatnya yang tertinggi pada diri beliau. Padahal banyak factor negative yang menyertai perkembangan dan pertumbuhannya. Berkumpulnya keempat kecenderungan atau tipe manusia tersebut dalam kepribadian rosul, dimaksudkan agar seluruh manusia dapat meneladani sifat sifat terpuji pada pribadi ini.

Ma’asyirol hadirin sidang jum’at rohimakumullah

Apa saja yang harus kita teladani? Nabi Muhammad saw mempunyai kedudukan kedudukan sebagi berikut : yaitu

1.     Sebagai Rasul , maka ucapan dan sikapnya pasti benar karena semuanya bersumber langsung dari Allah swt.

2.     Mufti, fatwa beliau bersumber langsung dan diberi wewenang oleh Allah swt

3.     Hakim, maka ketetapan hukumnya secara formal pasti benar.

4.     Sebagai pemimpin masyarakat tertentu, maka kepemimpinan dan petunjuk-petunjuk beliau dalam hal kemasyarakatn disesuaikan dengan kondisi masyarakat tersebut.

5.     Pribadi, ada dua macam, kekhususan kekhususan beliau yang tidak boleh dan atau tidak harus di teladani yang berkaitan dengan fungsi beliau sebagi rosul, misalnya boleh menghimpun istri lebih dari 4 orang, larangan menerima zakat dan lain-lain. Dan, sebagai manusia terlepas dari kerosulannya misalnya soal selera.

Berdasar hal –tersebut maka keteladanan beliau yang harus kita teladani harus kita pilah pillah sesuai dengan sikap nabi selama bukan merupakan kekhususan yang berkaitan dengan kerosulan dan bukan juga merupakan penjelasan ajaran agama, maka hal tersebut harus diteliti , apakah ia diperagakan dalam kaitan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah atau tidak? Jika dinilai berkaitan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah , misalnya membuka alas kaki ketika sholat, maka ia termasuk bagian yang diteladani.

Demikian sedikit tentang Nabi yang selalu diperingati kelahirannya , semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah inayah dari Allah untuk selalu meniru keteladanan beliau dalam kehidupan sehari hari, amin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين

KHUTBAH II


الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر

Demikian khutbah Jumat edisi bulan robiul awal (maulud) semoga bermanfaat. mohon maaf atas segala kekurangan.
mohon koreksinya apabila ada kesalahan, karena saya sebagai manusia biasa tentunya banyak kesalahan. 

Comments

Popular posts from this blog

KENAPA ALLAH TIDAK TERLIHAT? INI ALASANNYA ...!!!

amalan surga yang sering dilupakan

KEUTAMAAN ILMU ( KHUTBAH SANGAT SINGKAT)