Maulud Nabi ke 3
khutbah bulan Robiul awal ke 3
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا. وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا. كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا (سورة الإسراء: ٣٦-٣٨).
Maasyirol hadirin rkh
Monggo kita sami tingkataken taqwa kito dating Allah SWt, kanti ngelampahi sedoyo perintahipun lan nebihi sedoyo awisanipun
Maasyirol hadirin rhk
Allah SWT berfirman :
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri yang membacakan mereka ayat-ayat Allah membersihkan jiwa mereka dan mangajarkan kepada mereka ayat-ayat Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu mereka adalah benar-benar dalam kesesatan.” (QS, Ali Imran:164)
Maksud dari potongan ayat “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman” adalah bahwa Allah telah memberi kenikmatan kepada mereka. Nikmat iman adalah salah satu nikmat terbesar bagi umat Islam. Karena meyakini/mempercayai kepada Allah dan kepada baginda Rasulullah saw. Di dalam Al Quran kata iman dan yang seakarnya ditemukan sebanyak 877 kali. Dalam segi morfologi kata tersebut berkembang menjadi amana, yu’minu dan mu’min. secara etimologi kata tersebut bermakna al tashdiq alladzi ma’ahu amn (membenarkan yang disertai dengan rasa aman) dan secara terminologi iman adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lidah dan pengamalan dengan anggota badan sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam firmanNya,
“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya mereka itu orang-orang Shidiq (yang membenarkan).” (QS, AL Hadid:19)
Alangkah indahnya bila kita senantiasa terikat dengan sirah dan kehidupan Rasulullah saw. Yaitu Rasul yang mulia dan Nabi yang agung ini yang telah dididik oleh Allah dengan didikan yang terbaik. Yang diakui oleh Allah bahwa beliau memiliki akhlak yang agung. Bahwa beliau seorang yang amat jelas lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Allah swt memberikan anugerah dan memuliakannya, menjanjikan tambahan pemberian yang berlimpah hingga beliau senang juga memalingkannya kepada kiblat yang disukai olehnya.
“yang membacakan mereka ayat-ayat Allah,” ini adalah karunia Allah yang kedua yang berupa Rasul yang membacakan kepada mereka Al Quran padahal sebelumnya mereka dalam keadaan jahiliyyah tidak mengetahui apapun dari syariat.
Di tengah dakwah Islamiyah itu terjadi sebuah peristiwa unik dan ajaib yang menggemparkan Kota Mekah. Tak ada yang menyangka kaum musyrikin Makkah tiba-tiba bersujud ketika mendengar lantunan Al Quran yang dibacakan Rasulullah saw.
Syekh Shofiyyur Rahman Al Mubarakhfuri menceritakan kisah itu dalam Sirah Nabawiyah yang bersumber dari kitab Ar Rahiqul Makhtum. Tepatnya pada bulan Ramadhan di tahun yang sama, Rasulullah pergi ke Masjidil Haram. Saat itu, pembesar kaum Quraisy tengah berada di sana, terdapat para pemuka dan tokoh-tokoh mereka. Beliau saw kemudian berdiri di tengah mereka sembari melantunkan surat An Najm secara tiba-tiba. Orang-orang kafir itu sebelumnya tak pernah mendengarkan langsung kalamullah. Sebagaimana dalam firman-Nya,
“Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk pikuk-pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka) . (QS,Fushilat, 26)
“membersihkan jiwa mereka, yakni membersihkan mereka dari najisnya kekufuran. Kufur adalah salah satu penyakit manusia dan penyakit kufur bisa merusak takwa. Di dalam Al Quran kata kafir dan seakarnya ditemukan sebanyak 526 kali. Secara bahasa kufur adalah mengandung arti menutup. Malam dapat disebut kafir karena menutupi siang atau menutupi benda-benda dengan kegelapannya. Awan juga dapat disebut kafir ketika ia menutupi bumi daeri sinar matahari.
Semoga kita dapa menngambil hikmah dari peristiwa maulid nabi ini dan , serta diutusnya beliau, amin.
Comments
Post a Comment